Tags

Intermezzo: sudah lama tidak mengisi entry post di blog Hujan malam ini, rasanya setelah kejadian yang ditulis di entry terakhir bulan september 2012 itu benar – benar mengubah semuanya. Tapi khusus untuk Serapium, saya akan menyiakan hati saya yang galau dan mengucapkan selamat ulang tahun. 

serapium

Beberapa hal memang ‘dipaksa’ untuk hilang agar sesuatu yang besar datang kepada diri kita.

Kata – kata bijak yang sangat relevan dengan awal bergabungnya saya dengan Serapium. Sebuah awal dimana saya bertemu dengan orang – orang yang memiliki adiksi yang tinggi akan sebuah buku, orang – orang yang membuat sebuah buku memiliki nilai lebih dari sekedar bacaan dan orang – orang yang tidak pernah takut pada pemikiran dan perubahan baru. Orang – orang tersebut adalah para Seraper. Pujian tersebut tidaklah berlebihan karena para Seraper memang pantas mendapatkannya.

Awalnya saya selalu berpikir, forum buku adalah kematian untuk saya karena, saya pernah bergabung dengan sebuah klub buku ketika masih kuliah dulu dan orang – orangnya sangat eksklusif, bagaikan perkumpulan rahasia Freemasonry yang digambarkan oleh Dan Brown dalam novel-novelnya. Saya mengujinya dengan melihat psikologis para pembaca buku, behavior analysis, saya menyimpulkan pembaca buku itu adalah seseorang yang tertutup, memilih untuk menyendiri, melakukan grouping dan mendiskusikan masalahnya hanya kepada orang yang ia percaya bahkan terkadang memilih untuk menguburnya sendiri. Hal inilah yang membuat saya sedikit ragu untuk terjun bebas dan bermain bersama teman – teman Serapium.

Berkenalan dengan Serapium adalah sebuah berkat Mod Pepohonan. sis pohon lah yang membawa saya dari Forum movie Kaskus untuk ikut meramaikan forum buku yang waktu itu masih bernama Book Review. Sempat beberapa kali ikutan nge-post hingga saya bosan dan kembali ke forum movie kaskus. Hingga akhirnya datanglah kejadian yang luar biasa dan mengubah hidup saya dan mengembalikan diri saya kembali menjadi bima yang sebenarnya, yaitu ditinggalkan orang yang saya sayang. Kesedihan yang hingga saat ini belum bisa saya kalahkan, bahkan berdamai dengan perasaan ini pun rasanya tidak akan pernah menjadi kenyataan.

Februari 2012

Saya bergabung dengan Serapium pada bulan Februari 2012. Ketika pertama kali nge-post di Serapium, saya banyak bercerita seputar kegalauan saya dan orang yang saya sayang. Banyak Seraper yang kemudian kesel dan nyuruh saya segera move on saat itu. hahaha. Saya merasa bersalah karena membawa aura negatif ke dalam serapium, tapi kemudian saya merasakan banyaknya orang yang mau mendengarkan cerita saya dan kemudian memberikan saran kepada saya. sedikit banyak saya terbantu untuk melegakan perasaan saya. Gathering Serapium pertama saya adalah ketika diadakan di Taman Barito yang kemudian diakhiri dengan nonton film Hunger Games dengan anak – anak Serapium. Setelah itu saya sering ikut meramaikan gathering yang diadakan oleh Serapium dan bertemu dengan teman – teman baru dengan sejuta keajaiban perilaku yang dilakukan oleh Seraper.

Di Serapium, Saya mendapatkan title pangeran galau sama anak – anak serapium karena seringnya membawa aura kegalauan dalam setiap gath yang diadakan oleh Serapium. maafkan saya kakak – kakak Seraper *muka imut. Kegalauan lah yang menjadi salah satu karakter dan gimmick yang diperankan oleh saya di serapium. Serapium seperti sebuah drama kolosal dimana semua orang memiliki drama-nya masing – masing. Tidak heran kalau mendadak ada yang bercerita tentang dramanya sendiri di serapium seperti tentang anak, kesukaan enthu akan buku semua tentang cowo, percintaan antar seraper yang berujung bahagia ataupun sebaliknya bahkan kegelisahan ngerjain skripsi. Bagaikan aneka warna yang berbeda – beda, kemudian disatukan lalu dinamakan pelangi.

Identity problem.

Serapium adalah forum yang mulai berdiri dan lepas dari Forum Education pada 28 Desember 2011. Buat saya education itu adalah find your knowledge, sementara buku adalah enrich your God. kenapa sih gw menyebutnya enrich your God, karena satu hal: Tuhan mengetahui ada satu hal yang tidak akan pernah mati yaitu Buku ~ bahkan membiarkan para rosul dan nabinya ( pembawa pemikiranNYA) mati tapi tidak pemikirannya. Bahkan Tuhan dengan gilanya meletakan semua pemikirannya melalui tulisan yang kemudian di bukukan. Lihatlah semua agama di dunia ini, semuanya memiliki buku suci-nya masing – masing. Tuhan memiliki rahasia akan ini dan saya masih penasaran kenapa Tuhan memilih buku sebagai medium berkomunikasi dengan manusia-nya. Karena itulah berbanggalah kalian para Seraper, karena mencintai apa yang Tuhan pilih.

Baru setahun berdiri, Serapium masih mencari jati diri dan identitasnya. Identitas adalah persoalan terbesar sesuatu yang baru terbentuk. Bagikan pasir di pantai, warna-nya sama semua yaitu putih. Serapium harus memiliki warna sendiri agar mudah identifikasikan dan perlahan mulai dikenal. Cara yang bisa dipilih oleh serapium adalah dengan memiliki Outfit seperti Baju, Sweeter, stiker, gantungan kunci, pembatas buku yang khas. Hal inilah yang membuat Serapium mudah dikenali ketika berada di dalam komunitas lain. Perlahan tapi pasti Serapium akan semakin dikenal di dalam setiap komunitas. Identitas outifit inilah yang kasarnya kita bisa bilang ” NIH GW SERAPER! “

Serapium bisa Mulai dari sesuatu yang dekat, para Seraper mungkin mulai sekarang bisa memulai memikirkan untuk datang ke gathering yang diadakan oleh teman – teman kaskus. ketika ada sesi perkenalan, para seraper bisa dengan bangga bilang ” kami dari forum buku kaskus serapium, ,, “ perlahan nama Serapium bisa dikenal dan kemungkinan Serapium secara perlahan bisa menjadi Hot forum di Kaskus. ~ Kelihatan sih kelemahan bangsa ini di Kaskus, kelemahan kalau bangsa ini gak suka baca buku, salah satu caranya adalah dengan melihat hot forum Kaskus, gak ada forum buku disana, padahal perubahan dimulai dari berpikir dan menganalisa, apalagi kalau dengan cara baca buku. Identitas ini semakin terbentuk ketika Gathering IRF ( Indonesia Reading Festival ), Serapium mulai menampakan kekuatan popularitasnya bersama dengan forum buku di Indonesia. Pencapaian yang luar biasa.

Kekuatan sosial media

Sosial media membuat semua orang memiliki suara dan memiliki tingkat empati yang tinggi. Perilaku pembaca buku yang tertutup yang saya jelaskan di atas perlahan “memaksa” setiap pembaca buku untuk ikut serta dalam setiap event dan diskusi artinya sosial media-lah faktor utama mengapa perilaku pembaca itu berubah.  “Lo bicara atau lo tersingkir”, itulah yang membuat keaktifan dan militansi para pembaca buku yang cenderung introvert pada awalnya. Sosial media juga yang saya rasakan ketika mengikuti acara – acara Serapium, dapat terlihat keaktifan Seraper dalam diskusi misalnya. Perasaan malu mungkin ada tapi tidak sekaku zaman dulu ketika sosial media belum ada. Sosial media memang luar biasa mengubah perilaku Seraper, dari pembaca buku pasif menjadi pembaca buku yang aktif. pembaca buku yang tidak hanya berani berbicara tentang suatu hal yang menjadi spesialisasinya tapi juga berbicara tentang hal – hal yang terjadi di sekelilingnya (empati dan berpikir).

Akhir kata, saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Serapium yang pertama. pada saatnya nanti, saya tidak akan memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuk tahun – tahun berikutnya. Karena “sudah pasti banyak yang akan pergi dan hanya sedikit yang kembali dan lebih sedikit lagi yang bertahan”.

saya bangga menjadi bagian dari Serapium dan mengucapkan terima kasih kepada semua teman – teman Serapium akan semuanya ( makasih sudah menjadi teman diskusi dan bercanda yang luar biasa ). Semoga Serapium semakin maju dan menjadi forum buku terbaik di Indonesia berjalan bersama dengan para Seraper membawa dan memperkaya pemikiran – pemikiran baru di Indonesia. Serapium seperti sebuah kitab suci pada akhirnya, meskipun para Rosul dan nabinya mati dan pergi (Seraper), tapi tidak Serapium-nya. The power of identity not a person.

We are Seraper and always be seraper.

Ditulis sambil menikmati segelas besar Slurpee dan popcorn sambil menunggu hujan di Seven Eleven. 

Advertisements