Tags

Kangeeeen sama nge-blog, akhirnya bisa nge-blog lagi ditengah kesedihan yang saya rasakan. kesedihan yang saya rasakan berbulan – bulan. Bohong kalau dikatakan move on itu adalah cara mudah apalagi ketika kita harus berusaha menghadapi seseorang yang benar – benar kita sayang. Salah satu pelajaran yang setiap tahun saya pelajari adalah belajar move on. move on dari setiap gadis yang pergi dari hidup meskipun saya selalu memaksa mereka untuk bertahan. Tapi siapalah diri saya, hingga setiap orang yang saya sayang mau bertahan buat saya. 😀

Capek juga melihat ketika kita masih terpuruk dan sedih, kita melihat orang yang menyakiti perasaan kita bahagia. seolah mereka menginjak kita setiap detiknya dengan kebahagiaan itu. Yang kita bisa lakukan hanya menutup mata dan berharap kita gak pernah melihat kebahagiaan itu. Sulitnya hati ini untuk berpura – pura bahagia setiap detiknya. Kadang saya tidak mengerti kenapa Tuhan memberikan saya orang – orang yang selalu datang untuk memberikan cinta dan kesedihan yang sama besar. 😀

Maafkan saya membawa kegalauan malam ini dengan tulisan saya bahkan, meminjam kalimat lagu 2AM yang tanpa sengaja saya dengar dari youtube sore tadi. liriknya yang tajam membuat hati saya sangat sedih. judulnya You Wouldn’t Answer My Call. Saya berikan lirik bahasa inggrisnya yah.

 

You Wouldn’t Answer My Call

Even though I know you how much how much you hate it, I can’t do anything but this
In front of your door, just idly waiting

Even though I’m so miserable, it’s better than losing you
I can’t lose you, so I stay near you, in front of your door waiting

You who won’t answer my calls any more, you who doesn’t want to see me at all
No matter how I beg for forgiveness, there’s already no use

Waiting by your door, even if you pretend you can’t see me
Brushing past my shoulder like seeing a stranger you just met
Waiting until you are willing to hear me say sorry

Looking at my phone ten times a day, even jumping at the slight sound
To find out if you had sent me a text message

At first, at first, I thought like normal fights you would come back
Because you’re such a nice girl you wouldn’t be so cruel to leave me

You who won’t answer my calls any more, you who doesn’t want to see me at all
No matter how I beg for forgiveness, there’s already no use

Waiting by your door, even if you pretend you can’t see me
Brushing past my shoulder like seeing a stranger you just met
Waiting until you are willing to hear me say sorry

 

Tak terasa mata saya berkaca – kaca mendengar lagu ini. Semua kenangan berpendar ke dalam pikiran saya tanpa sanggup saya halangi. Saya tidak mengerti kenapa orang yang saya sayang selalu berbalik menyakiti perasaan saya. Seharusnya mereka tidak usah saja datang ke hidup saya. saya belum memahami hal ini. Lucunya adalah, mereka yang menyakiti perasaan saya selalu bahagia, mereka menari bahagia di depan mata saya. mereka memperlihatkan semua rasa bahagia yang sampai detik ini tidak saya rasakan sejak kehilangan mereka. Saya ingin berdoa rasanya agar Tuhan menghukum mereka dengan rasa sakit yang mereka berikan kepada saya, tapi hati ini tidak bisa, karena saya hati saya meminta yang lain. saya ingin bahagia.

Kenapa yah dia tidak bisa menjaga perasaan saya, saya juga memiliki hati dan rasanya masih sakit. sayatan rasa sakit ini masih terlalu dalam dengan luka yang mengangga. Saya tidak mengerti apakah dunia memang diciptakan untuk orang – orang seperti mereka. mereka yang menyakiti dan kemudian pasti bahagia. Pernahkah mereka berpikir kalau ada hati yang sedih ketika kebahagiaan mereka rasakan. Mereka pernah ditinggalkan oleh laki – laki yang mereka sayang, dan kemudian mereka melakukan hal yang sama kepada saya. seolah melaksanakan dendam dan lebih kejam. lihatlah diri saya, yang hancur dengan semua yang kalian lakukan. puaskah kalian semua.

Saya iri bagaimana cara pikiran mereka bekerja. Mereka bahagia setelah menyakiti perasaan saya. Mereka manusia bukan sih? punya hati gak sih? kalimat itu yang selalu saya lontarkan. kalimat perpisahan kepada saya selalu beragam ” kamu terlalu baik ” ” aku ingin sendiri ” dan sebagainya yang kalau diingat hanya berisi makian dalam hati saya. setiap kata yang mereka ucapkan menciptakan neraka dalam hati saya. Terima Kasih.

Banyak yang bilang karma pasti ada. tapiiii kapaaaaannnnn, kok saya liatnya gak pernah kejadian kepada orang – orang yang menyakiti hati saya. kalau saya diberikan kesedihan terus menerus berarti saya yang bersalah. saya terus menyalahkan diri saya di sisi lain karena terlalu berani mencintai. tersadar bahwa yang mencintailah akan selalu menjadi orang yang kalah pada akhirnya.

Semoga Tuhan mengampuni dosa kalian karena telah membuat saya merasakan indomie rasa air mata malam ini, terutama kamu, kamu yang ada yang di hati saya detik ini. Saya hanya memendam kesedihan dan saya sulit untuk berpikir positif malam ini. semoga tulisan berikutnya saya telah bahagia. 😀

maafkan saya membawa kesedihan apabila teman – teman membaca ini.

~ Ditulis dengan mendengarkan 2AM – You Wouldn’t Answer My Call

Advertisements