Tags

Hidup memang aneh kalau dipikirkan secara mendalam karena takdir dalam hidup selalu membawa manusia ke arah yang sangat mengejutkan. Terkadang kita selalu menyesali setiap kegagalan yang kita terima, hingga kita lupa bahwa ada rencana yang lebih baik yang Tuhan persiapkan untuk kita semua. Kita cenderung memaki dan menyalahkan Tuhan apabila rencana kita gagal, namun, Tuhan segera menghapus segera air mata kita dengan kesuksesan yang tidak pernah kalian sangka. Rencana Tuhan yang mengejutkan dapat dilihat dari kisah perjalanan seorang Roberto Di Matteo. Pelatih Klub sepakbola Chelsea ini berhasil membawa klubnya juara Liga Champion dan piala FA tahun 2012 hanya dalam 3 bulan saja.

Spesialnya Roberto Di Matteo tuh apa sih bim? kalau ditanya seperti ini, saya akan menjawab, dia adalah salah satu pemain Chelsea yang sukses membawa klubnya ( ketika menjadi pemain bola ) dengan menjadi juara Super Cup Eropa (1998) dan Charity Shield (2000). Hebat yah, sebagai pemain saja Di Matteo udah sukses. Belum lagi ditambah karir kepelatihannya yang mendapatkan juara Liga Champion. Kalau bicara soal hebat dalam sepakbola, yes! Di Matteo memang luar biasa hebat, prestasinya banyak. Tapi apa sih yang membuat dia lebih hebat? hatinya yang membuat dia lebih hebat. Hati yang besar yang mampu menerima keadaan itulah yang lebih hebat daripada prestasi sepakbolanya.

Roberto Di Matteo mengakhiri karir sepakbola gemilangnya pada usia 31 tahun, sebuah umur yang bisa dikatakan masih bisa bermain sepakbola. Hal ini dikarenakan cedera yang membuatnya tidak bisa membuatnya bermain sepakbola kembali :(. Pada tahun 2002, akhirnya Di Matteo menyatakan pensiun sebagai pemain. Kehebatan Di Matteo sebagai pemain sepakbola membuatnya masuk jajaran Chelsea’s greatest XI. Luar biasa memang Roberto Di Matteo semasa menjadi pemain. But wait, yang lebih luar biasa justru terjadi setelah ia menjadi pemain.

Perasaan down dan kesedihan sudah pasti mewarnai perasaan Di Matteo setelah pensiun yang bisa dikatakan dini akibat cedera :(. Namun, rasa cintanya pada sepakbola membuatnya kembali ke lapangan hijau, yaitu dengan menjadi pelatih klub kasta ketiga Liga Inggris MK Dons. MK Dons ditangan Di Matteo pada musim 2008 gagal promosi ke level berikutnya karena kalah playoff ketika itu :(. MK Dons sendiri sejak dilatih oleh Di Matteo adalah klub yang promosi dari kasta keempat *lah gila aja dari promosi kasta keempat bisa ikutan playoff di kasta ketiga, kerja keras dan tangan dingin Di Matteo memang luar biasa. Penuh keajaiban. 😀

Kesedihan karena kegagalan mengangkat MK Dons menuju level tertinggi tidak berlangsung lama karena klub West Bromwich Albion ( WBA ) menjadikan Di Matteo pelatih barunya pada tahun 2009. Tahun pertamanya sukses besar karena membawa WBA menuju kasta tertinggi liga inggris. *lagi – lagi tangan dingin seorang Di Matteo sukses besar yah. Promosi WBA ke liga utama Inggris membuat Di Matteo bertemu kembali dengan klub yang membesarkan namanya yaitu Chelsea. Di Matteo kalah 6 – 0 ketika itu, kalah oleh superioritas kekuatan Chelsea. Buruknya perfoma WBA di liga premier inggris membuat Di Matteo dipecat pada Januari 2011!. :(. Wah, kesedihan mendalam sudah pasti dirasakan oleh Di Matteo karena diberhentikan ketika ia masih memiliki keinginan untuk melatih.

Kemudian karirnya menjadi surut sekali, hingga ia mengelola restoran pizza. *bayangkan dari pelatih liga premier inggris menjadi seorang pengelola restoran. Sulit untuk membayangkan bagaimana perasaan Di Matteo ketika itu.  Selama mengelola restoran Pizza-nya pasti Di Matteo memiliki keinginan untuk kembali ke sepakbola, yah, karena memang hasrat seorang juara memang seperti itu, ingin selalu menang dan mengangkat trophy. Pada Juli 2011, Chelsea mengangkat Andre Villas Boas ( AVB ) sebagai pelatih terbaru Chelsea. Ketika sedang berada di restoran pizza-nya, sebuah telepon berdering, Di Matteo kemudian menjawab telepon tersebut, ternyata itu berasal dari AVB yang tertarik mengajaknya bergabung di klub yang membesarkan namanya yaitu Chelsea! :D. Bayangkan hanya dalam 6 bulan, hidup seorang Di Matteo pun berubah drastis. Di Matteo mengiyakan tawaran AVB dan jadilah ia seorang asisten pelatih di Chelsea ketika itu.

Di dalam hati Roberto di Matteo pun pasti ada rasa sedih, bayangkan dari seorang pelatih menjadi hanya menjadi seorang asisten pelatih. Penurunan karir yang cukup signifikan. Tapi Di Matteo dengan ikhlas dan lapang dada menerima takdirnya tersebut. Di tangan AVB, Chelsea hancur lebur, keluar dari zona liga champion liga premier inggris, bahkan kalah 3 – 1 dari klub italia, Napoli, di Liga Champion. mengerikan sekali Chelsea ketika itu :(. Faktor yang membuat performa Chelsea hancur ketika itu adalah karena AVB gagal menyatukan pemain senior dan junior, taktik yang selalu sama setiap pertandingan, pemain yang performanya jelek akan selalu dicadangkan dan terlebih mandulnya seorang Fernando Torres dalam mencetak gol ( Pemain termahal yang pernah dibeli Chelsea ). AVB akhirnya dipecat oleh Chelsea setelah gagal mengangkat performa Chelsea, kemudian manajemen Chelsea menunjuk Di Matteo menjadi pelatih utama Chelsea menggantikan AVB. *lihatlah sekali lagi hidup seorang Di Matteo berubah hanya dalam 8 bulan. 

Ketika mengawali debut kepelatihannya, banyak pihak meragukan kemampuan Di Matteo, yah, bayangkan saja dengan skuad yang kurang harmonis, dan pengalaman Di Matteo yang cuman pelatih klub – klub kecil di Inggris. Namun, Di Matteo menjawab keraguan tersebut dengan tangan dinginnya yang lagi – lagi sukses besar. Setelah tertinggal 3 -1 dari Napoli pada pertandingan pertama, Chelsea membalikan keadaan dengan membantai Napoli 4 – 1 dan membuat Chelsea melaju ke perempat final Liga Champion. 😀 Semua pemain Chelsea memeluk Di Matteo ketika itu, meluapkan ekspresi kebahagiaan. Di Matteo sukses menghilangkan rasa kesedihan menjadi kebahagiaan untuk seluruh pendukung Chelsea. Hebat! Performa Chelsea di semua ajang yang diikutinya ikut naik dan sukses menang dalam banyak pertandingan, hal ini dilakukan dengan adanya rotasi pemain yang berbeda dengan ketika era AVB sebelumnya, semua pemain ikut andil dalam setiap pertandingan Chelsea dan  formasi Chelsea pun selalu berbeda di setiap pertandingan. Di Matteo sukses mengembalikan harmonisasi skuad Chelsea kembali. 😀

Kesuksesanpun berlanjut dengan Chelsea memenangkan piala FA atas Liverpool di Wembley pada bulan April 2012. hanya dalam waktu dua bulan sejak memegang Chelsea, Di Matteo sukses memenangi trophy untuk Chelsea. Midas sekali Di Matteo padahal performa Chelsea sebelumnya sangat hancur lebur. akhirnya Chelsea bertemu dengan tim juara liga champion yaitu Barcelona di semifinal liga champion. Chelsea sangat  tidak diunggulkan karena kalah kelas dengan Barcelona. Lagi – lagi Chelsea di ragukan. Diluar dugaan, Chelsea benar – benar membuat frustasi Barcelona dengan sepakbola ala Italia yaitu Catenaccio yang ketat dan akhirnya membuat Chelsea melaju ke final Liga Champion. Tebaklah siapa yang menjadi penentu ketika itu, yes, pemain senior Didier Drogba dan Fernando Torres yang mandul di era AVB menjadi kunci kemenangan Chelsea. Luar biasa memang Di Matteo sukses mengembalikan keadaan Chelsea yang hancur lebur menjadi utuh kembali.

Kesuksesan di piala FA dan liga Champion ternyata tidak dibarengi dengan kesuksesan di Liga Inggris, Chelsea terancam gagal ikut Liga Champion musim berikutnya karena hanya menempati posisi keenam. Satu – satunya cara adalah Chelsea harus memenangkan Liga Champion melawan klub raksasa Bayern Munich. Chelsea sangat tidak diunggulkan dalam final Liga Champion ini karena, Bayern Munich tampil di depan pendukungnya sendiri yaitu di stadion Allianz Arena dan bayern Munich lebih difavoritkan karena memiliki sejarah Liga Champion yang bagus. Diluar dugaan, Di Matteo kembali lagi menguncangkan perasaan penikmat sepakbola dunia, Chelsea sukses mengalahkan Bayern Munich setelah drama adu penalti yang menegangkan pada bulan Mei 2012. Chelsea untuk pertama kalinya menjadi juara Liga Champion dalam sejarah klubnya ( Chelsea berdiri sejak 1905 ). luar biasa memang Di Matteo, Chelsea yang hancur lebur dibawa olehnya juara Liga Champion hanya dalam waktu dua – tiga bulan saja. Luar biasa!

Inilah cerita luar biasa seorang Roberto Di Matteo. Luar biasa karena Di Matteo sukses menjawab semua keraguan yang dimelekat pada dirinya hanya dalam waktu 3 bulan. Luar biasa karena Di Matteo mengangkat klub yang membesarkan namanya. Luar biasa karena memberikan kebahagiaan kepada seluruh pendukung Chelsea di seluruh dunia. Luar biasa karena berhasil menyatukan tim Chelsea kembali. Luar biasa karena membuat Fernando Torres kembali percaya diri, striker yang dicaci maki di seluruh dunia karena tidak mampu mencetak gol. Luar biasa yang terbesar adalah untuk diri Di Matteo sendiri, karena dengan kegigihannya mampu menjadikannya luar biasa ( tidak menyerah, jatuh bangun dalam karir sepakbolanya dan harus ikhlas ketika hanya menjadi orang nomor dua ).

Sekali lagi, kita menjadi saksi kehebatan Tuhan dalam  merubah takdir seorang manusia. Manusia tersebut adalah Roberto Di Matteo. So, dari cerita Roberto Di Matteo ini kita belajar banyak hal luar biasa. Pelajaran terpenting adalah jangan menyalahkan Tuhan ketika hal buruk datang kepada kita, berbaiksangkalah kepada Tuhan, karena Tuhan sudah menyiapkan suatu hal yang besar untuk kita. Ingatlah kisah Roberto Di Matteo ini ketika kita sedang sedih atau kehilangan sesuatu. bersabarlah karena Tuhan selalu punya rencana untuk kita semua. dan percayalah keajaiban itu selalu ada apabila kita percaya pada keajaiban tersebut. 😀

– Post ini adalah Tribute untuk Roberto Di Matteo dari seorang pendukung Chelsea di Indonesia bernama Bima. Makasih Di Matteo kamu memberikan saya kebahagiaan dan meyakinkan kepada saya bahwa keajaiban itu ada.

~ ditulis dengan tidak sabar menunggu mie ayam ( tanpa ayam ). 😀

Advertisements