Tags

Sebelum memulai entry post ini, ternyata saya melihat pukul 00.00 di jam laptop saya dan di decoder TV cable. Mengenai jam kembar nanti saya akan membahas secara mendalam di entri post di masa akan datang.

Kenapa bulan juni terjadi hujan yah di Indonesia, padahal kalo negara tropis gini, saatnya hujan berada pada bulan september – maret. Dan sisanya akan terjadi kemarau. Namun, kenapa bulan Juni terjadi hujan yah 😀 Pasti banyak yang berpikir soal global warming. yah, saya gak bahas soal global warming karena literaturnya udah banyak, tapi saya ingin berbagi sebuah filosofi perubahan membuat kita tidak biasa menghadapinya karena datangnya tiba – tiba.

spesies yang bisa bertahan hidup adalah spesies yang mempu beradaptasi dengan kuat dengan lingkungan yang dihadapinya. – Charles Darwin

Namun, hujan di bulan juni adalah fenomena yang tidak biasa alias anomali aka keanehan. Mari kita memaknai ini sebagai suatu kejutan dari alam. yang artinya kita harus mulai menyiapkan payung, jas hujan atau sepatu bot untuk melawan banjir. apakah ini artinya kita harus bertahan menghadapi sesuatu lagi, oh yah pastinya, setiap harinya kita menghadapi sesuatu tapi tidak semuanya kejutan kan :D.

Keluhan dari teman – teman di twitter yang mengeluhkan banjir, hujan deras sampe gak bisa pulang atau seperti saya yang memilih untuk “mandi” hujan – menerjang derasnya hujan. seolah melepas semua beban. Apa yang temen – temen rasakan itu adalah efek kagetan. kaget tiba – tiba ada hal yang tidak biasa terjadi. Well, seperti lagu Sherryl Crow yang berjudul dan jadi quote saya di post ini yaitu;

First Cut is The Deepest – Sherry Crow

Pernahkah kalian seperti bulan juni yang merasakan hujan? bulan yang sejatinya adalah bulan yang panas tapi tiba – tiba diguyur hujan dari siang – malam. bayangkan seperti ini, ketika kalian nyaman dalam sebuah situasi, tiba – tiba ada kejadian yang membuat hidup kalian berubah 180 derajat. Jungkir balik tiada sebab, stress tiada habis atau mungkin kalian memilih untuk mati aja daripada menghadapinya ~ gak direkomendasi yah temans. haha.

Kejadian yang tidak kita duga akan mengubah hidup kita, tidak hanya pada saat itu tapi juga ke masa depan. Karena hal ini akan selalu diingat sebagai sebuah titik baru atau guncangan yang membuat “dunia” kalian yang indah terguncang. Apa aja sih titik perubahan yang membuat kalian terguncang, ada beberapa hal yang bisa saya rasakan yaitu: kematian orang terdekat, berpisah dengan orang yang kalian sayang atau kehilangan sesuatu yang kalian koleksi.

Saya akan ceritakan sebuah guncangan yang terjadi dua tahun lalu, meskipun bukan di bulan juni tapi cukup mengguncang hidup saya. Tentang kasih sayang papa saya. Pada hari rabu ~ inget banget, saya mengendarai motor supra X ~ sekarang udah menikmati masa – masa pensiunnya di garasi rumah, ketika itu saya harus mengumpulkan ujian mata kuliah media handling, saya menerjang derasnya hujan ( ketika itu situasinya seperti hari ini, hujan di bulan yang tidak diperkirakan ) dan mendengar kalo dimana2 banjir menghadang Jakarta. Saya melewati sebuah jalanan kecil di pulogadung ( rute yang saya pikir gak bakalan macet dan banjir ), sialnya motor saya mati karena businya kena air. kesalnya bukan main saat itu dan panik luar biasa serta terguncang hebat coz ujian nih. Sambil mencoba untuk men-starter motor saya, saya menelpon papa saya. Papa saya saat itu di kantornya di depok, bayangkan dalam situasi banjir dimana-mana, papa saya hanya mengeluarkan satu kalimat: ” Abang tunggu aja disitu, papa kesana “ gak bisa ngomong apa – apa lagi cuman melirih bilang iyah. lemesssss.

Sambil berdoa, saya terus mencoba men-starter motor saya ini dan akhirnya hidup juga, keajaiban kayaknya:D Saya SMS papa saya ternyata papa saya udah siap – siap mau berangkat. akhirnya sampelah saya di kampus LSPR ( London School Of Public Relation ) untuk mengumpulkan ujian. Sampe kampus, dengan rasa senang yah saya hubungin papa saya kalo saya udah berhasil ngumpul tugasnya.

Guncangan yang terjadi saat itu, saya hanya memaknai sebagai sebuah hal seperti ini dan sungguh dangkal sekali ” andai aja gak lewat pulo gadung, lewat kalimalang pasti motornya gak mati “ saya lupa bahwa ada hal yang lebih dalam dari guncangan yang terjadi yaitu kasih sayang papa saya ketika hal tersebut terjadi.

Menutup paragraf guncangan ini, saya akan katakan “lihat lebih dalam makna dibalik segala hal yang terjadi di dunia ini” hal yang terjadi memiliki maksud lebih dalam. ketika suatu hal yang tidak mengenakan terjadi segera ambil makna positif yang lebih dalam. Hal ini akan membuat guncangan tersebut menjadi positif dan membuat kita bertahan apabila terjadi guncangan – guncangan berikutnya. sepertinya saya mulai bisa menarik makna lebih dalam dari kalimat Charles Darwin di atas. hahaha. So, ketika terjadinya hujan di bulan juni yang tidak kita sangka, ambil makna positif bahwa segala hal tidak selalu sesuai dengan rencana, lihat lebih dalam.

Mungkin hujan di bulan juni untuk mengingatkan kita akan hal – hal yang tidak bisa kita perkirakan. Temen saya baru saja curhat bahwa hari ini ketika hujan turun dan ia berteduh, ia bersama dengan seseorang dan ia jatuh cinta.  Hufh, andai hujan tidak turun saat ini, mungkin ia tidak jatuh cinta. See, ada nilai positif dalam setiap hal yang kita anggap negatif. *pasti momen ini bakalan temen saya ingat seumur hidup.

Makna hujan di Bulan Juni hari ini adalah menandakan bahwa saya kangen sama mantan pacar saya. jarak kita mungkin sangat jauh saat ini karena sebuah perpisahan, tapi hati saya sangat dekat dengannya. Dan hujan di bulan juni mengembalikan memory indah bersamanya ketika hujan turun pada hari ini.

Terima kasih hujan di bulan juni. 

~ ditulis ketika sedang menonton bunraku di cinemax

Advertisements